Wednesday, 24 June 2015

Tulisan Yang Tidak Masuk Akal

Tags

Artikel yang saya bagikan kali ini sebenarnya sudah lama banget diantara rentetan kata dalam buku diaryku. Coretan ini kutuangkan dalam buku diary ketika diriku masih semangat-semangatnya untuk berbagi cerita lewat blog. Namun, baru sekarang bisa saya publish :-)
Sebagai seorang blogger, tentunya setiap individu punya gaya dan imajinasi tersendiri dalam membuat artikel. Entah itu berdasarkan pengalaman, pengamatan, atau melihat kejadian secara langsung. Tapi, tidak jarang pula yang hanya menggunakan cerita fiksi sebagai artikelnya.
Dipungkiri atau tidak, pastinya setiap blogger ingin sekali karya/artikelnya bisa mejeng dimajalah atau website terkenal. Namun hal itu tidak bagiku (kala itu). Mengapa demikian? Katanya : tulisanku tidak masuk akal dan terasa aneh bagi yang membacanya. Terlebih lagi yang membuatku tetpuruk (kala itu) dalam rasa ketakutan adalah, dimana temanku sendiri mengatakan : Coretan Nggak Jelas.
Waktu itu aku hanya bisa terdiam dan berfikir sejenak, kenapa mereka tidak men-support, justru malah membuatku sedih. Kalau toh memang tulisanku tidak masuk akal ataupu nggak jelas, harusnya mereka memberi support agar tulisanku jadi lebih baik lagi. Sejak kejadian itu, aku tak mau lagi buku diaryku dipegang apalagi dibaca orang lain. Aku takut, merek akan menghinaku lagi.
Apakah sekiranya diantara sahabat Secarik Kertas pernah merasakannya juga???

5 comments

kita menyediakan kolom komentar adalah untuk pengunjung menuliskan kalimat saat berkomentar, tidak ada aturan yang sah dan resmi kalau tidak boleh menuliskan kata ini dan kata itu, sekalipun peraturan berkomentar kita tampilkan

nah kita kembali lagi kepada pembaca,
ada beberapa blog yang hanya menulis 100 kata setiap artikel tetapi merpermudah maksud tulisannya dengan gambar, mendapat komentar 200-300 pengunjung, apakah hal itu tidak sama dengan Coretan Nggak Jelas

jadi apapun yang kita tulis buatlah pembaca paham apa yang kita tulis, bukan membuat mereka bingung, karena traffik blog kita dapatkan karena kehadiran mereka.

saya sangat setuju sama mbak devi. buatlah tulisan sekereatif mungkin. jangan banyak mengeluh

semangat kang, jangan hanya karena sesuatu hal membuat (jadi) berhenti untuk ngeblog.

iya mbak :-)

siap mas eka, ini juga lagi berusaha.


EmoticonEmoticon